Trading dan Investasi

ad1

Iklan Gratis

Tampilkan postingan dengan label TUMBUH BERSAMA WAKTU. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TUMBUH BERSAMA WAKTU. Tampilkan semua postingan
Launching Voice People Jogja & Voice Clinic

Launching Voice People Jogja & Voice Clinic

https://www.stafana.com/2024/09/launching-voice-people-jogja.html


Hai, teman-teman! Kemarin, tanggal 31 Agustus 2024, aku berkesempatan menghadiri acara Launching Voice People Jogja & Voice Clinic di Internet Learning Cafe,Yogyakarta, dan rasanya nggak bisa menahan diri untuk berbagi pengalaman ini dengan kalian.


Setelah melihat postingan brosur acara ini di Instagram Voice People Jogja, aku langsung daftar saat itu juga! Iya, mungkin aku adalah orang pertama yang transfer biayanya, hanya Rp75.000.


Menurutku sangat terjangkau untuk acara sebagus ini. Lokasinya di Yogyakarta, yang bisa aku akses dengan mudah menggunakan KRL dari Solo, salah satu alasan kenapa aku nggak berpikir dua kali untuk ikut.


Launching Voice People Jogja & Voice Clinic


https://www.stafana.com/2024/09/launching-voice-people-jogja.html


Acara ini dipandu oleh Bimo Kusumo dan Binta Nadhila, yang membahas tentang dasar-dasar voice-over. Sebagai seseorang yang sudah berkecimpung di dunia dubber sejak 2017, aku merasa materi ini sangat relevan untuk mengasah kemampuan dasar yang mungkin sudah lama aku tahu, tapi jarang aku aplikasikan dengan benar.


Ada enam teknik dasar yang dibahas di sini, dan meskipun aku sudah familiar dengan materinya, tetap saja aku merasa harus serius mempraktikkannya. 


Selain sesi day 1, ada juga sesi day 2 Voice Clinic di Lor by Awor Yogyakarta yang sayangnya tidak sempat aku ikuti, karena langsung praktik di Studio. Materi lebih mendalam dan membutuhkan investasi lebih. Tapi kalau ada kesempatan, aku pasti tertarik untuk ikut di lain waktu.


Aku tiba di lokasi acara sekitar jam 09.00 pagi, dan aku sangat terkesan karena acara ini dimulai tepat waktu, jam 10.00 pagi, yang jarang terjadi di acara-acara lain di Indonesia.


Meski acaranya harusnya selesai jam 16:00, ternyata molor karena antusiasme peserta yang begitu tinggi untuk bertanya. Aku sendiri sempat ingin bertanya, tapi sayangnya nggak sempat dipanggil.


https://www.stafana.com/2024/09/launching-voice-people-jogja.html


Meskipun begitu, aku senang sekali karena di akhir acara aku berhasil foto bareng dengan Bimo Kusumo dan Binta Nadhila. 


Oh ya, ada juga sesi tentang personal branding yang dibawakan oleh Dhanu Riza. Materi ini juga sebenarnya sudah aku dengar dari kakakku, tapi tetap saja seru untuk mendengar dari sudut pandang yang berbeda.


Akhirnya, aku pulang ke Solo dengan perasaan puas dan penuh semangat untuk segera mempraktikkan ilmu yang aku dapat. Bulan baru ini jadi momen yang tepat untuk mulai belajar otodidak lagi.


Kenapa Aku Gabung di Voice People Jogja?


Voice Institute Indonesia merupakan salah satu pionir platform belajar bagi para voice talent di Indonesia. Berdiri sejak 2019, mereka menyediakan berbagai layanan mulai dari webinar, workshop, event offline, hingga kampanye digital.


Jadi, kenapa aku memutuskan untuk bergabung dengan Voice People Jogja? Alasannya sederhana: aku butuh lingkungan yang positif, di mana kita bisa berbagi minat yang sama. Kebetulan, event ini diadakan di Yogyakarta, yang masih dekat dengan tempat tinggalku di Solo. Dengan jarak yang relatif dekat, aku bisa ikut acara-acara mereka tanpa harus berpikir panjang.


Sebagai seseorang yang sudah pernah terjun di dunia dubber, termasuk mengisi suara karakter jahat "Sarah" dalam animasi "Riska dan si Gembul," yang sempat tayang di beberapa stasiun TV seperti MNCTV, Trans7, dan RTV, aku merasa butuh memperdalam skill-ku.


Meskipun orang sering melihat pekerjaan ini dengan penuh kekaguman, aku sendiri merasa masih banyak yang harus dipelajari. Animasinya memang sedang off setelah pandemi, tapi karakter ini tetap menjadi bagian penting dari perjalanan karirku.


https://www.stafana.com/2024/09/launching-voice-people-jogja.html


Dengan rezeki yang selama ini datang dari konten dan ngeblog, aku ingin terus mengembangkan diri. Komunitas seperti Voice People Jogja adalah tempat yang tepat untuk itu.


Harapanku, komunitas ini bisa benar-benar sukses dan berkembang, bukan hanya sebagai wadah untuk ngobrol-ngobrol atau sekadar kumpul tanpa arah. Aku ingin komunitas ini menjadi tempat di mana kita bisa latihan voice-over bersama, saling berbagi pengetahuan, dan tumbuh bersama.


Kalau ada rezeki, aku juga berharap bisa ikut Voice Clinic yang diadakan di Jakarta nanti. Semoga semuanya berjalan lancar dan sukses, tidak hanya untuk event kali ini, tapi juga untuk event-event selanjutnya.


Acaranya seru dan ilmu baru, penuh doorprize, dan meskipun capek, semangat para peserta dan panitia luar biasa. Salut dan sukses terus untuk Voice Institute Indonesia!




 Cara Menjadi Model Make Up atau Muse

Cara Menjadi Model Make Up atau Muse

Cara Menjadi Model Make Up atau Muse

Cara Menjadi Model Make Up atau Muse - Disclaimer dulu nih, buat kalian yang mungkin mikir kalau orang-orang yang ikut kelas model itu pasti pingin jadi model, nggak selalu begitu kok. Salah satunya aku, yang lagi di fase bosen banget sama dunia konten dan kepenulisan. Bayangin aja, udah dari 2017 aku berkutat di situ.


Aku tuh suka banget belajar hal-hal baru, biar bisa lepas dari dua "beban" tadi dan pastinya kegiatan yang bisa bikin aku jauh dari handphone. Aku juga mau bisa tampil lebih percaya diri dan memperbaiki cara jalan yang "membungkuk" makanya aku ikut pelatihan model makeup dan model catwalk.


Salah satu alasan kenapa aku mau jadi Muse atau model makeup adalah karena aku pengen punya pengalaman di makeup banyak MUA. Jadi, pas aku butuh MUA buat acara aku, aku udah tau siapa yang bagus. Aku bisa diem-diem jadi klien mereka, nyoba makeup-nya, dan nantinya aku bisa rekomendasiin ke temen-temen yang nanya. 


Aku mau sharing tentang gimana cara menjadi model make up atau Muse. Ini dia langkah-langkahnya:


https://www.stafana.com/2024/08/cara-menjadi-model-make-up-atau-muse.html


1. Masuk Management atau Agensi

Pertama-tama, kamu perlu masuk ke Management atau agensi yang fokusnya pada model make up. Biasanya, kamu harus ikut kelas dulu supaya dianggap sebagai member resmi.



Cari management yang bertanggung jawab dan berpengalaman, karena mereka akan punya banyak relasi MUA dan fotografer. Jadi, kamu nggak perlu repot-repot cari sendiri. Management yang bertanggung jawab akan sering merangkul membernya dan sering mengadakan event untuk tumbuh bersama. 



2. Banyakin Portofolio

Setelah ikut kelas, jangan berharap langsung dapat job. Manajemen biasanya hanya memberi ilmu tentang pose dan etika model.


Banyakin portofolio dengan upload foto-foto di sosial media. Tips dari aku:


  • Cari MUA yang jago bikin alis, karena meski make up lainnya kurang, alis yang bagus tetap kelihatan oke di foto.
  • Cari fotografer yang jago motret, bukan sekadar suka motret. Fotografer profesional hasilnya lebih bagus daripada pakai HP.

https://www.stafana.com/2024/08/cara-menjadi-model-make-up-atau-muse.html


Awalnya, jangan berharap dibayar. Fokus dulu cari pengalaman dan portofolio yang bagus.


3. Etika Model

Sebagai model, penting banget untuk punya etika yang baik. Datang tepat waktu, murah senyum, dan pastikan mulut nggak bau (makan permen sebelum di make up). Ini juga berlaku buat MUA ya. Perut juga harus terisi biar nggak lemes.


Walau nggak dibayar, biasanya kita dapat makan siang. Jadi kalau enggak dapat minimal air minum, mending skip, udah termasuk eksploitasi. Ini habbit buruk negara kita, pasti sering ketemu di bidang apapun.



4. Waktu Make Up dan Pemotretan

Idealnya, waktu make up dan pemotretan itu 3 jam: 2 jam untuk make up dan 1 jam untuk foto. Nggak perlu lama-lama kalau fotografernya jago. Pernah juga ikut portofolio workshop dari pagi sampai maghrib, menurutku enggak worth it.



Make up nggak bisa kena air kan, jadi sempat dilarang sholat. MUA pilih sholat di rumah aja, Jadi prefer nggak ikut lagi kalau waktunya terlalu lama dan bentrok dengan waktu sholat. Aku tetep pake buat sholat, udah gak dapat duit, dapat dosa karena gak bisa sholat tepat waktu, sediih. Solusi ambil job durasi lama pas datang bulan aja, aman.


5. Wajib bisa pake Softlens

Aku belajar otodidak lewat YouTube. Dilarang pake softlens yang udah pernah dipake orang lain/ soflens baru. Softlens baru harus direndam 1x24 jam menggunakan air khusus. Pernah ketemu MUA yang suruh pake softlens baru, bisa bahaya apalagi untuk mata. Buat pemula cari info dulu, jangan asal pake. Kalau sampe buta kan gak lucu. 


Baca juga artikel di bawah ini:

Menjaga Klien Tetap Setia


KESIMPULAN

https://www.stafana.com/2024/08/cara-menjadi-model-make-up-atau-muse.html


Kolaborasi tetap penting buat pengalaman, tapi pastikan hargai waktu orang lain. Aku berprinsip mau dibayar, magang, atau collab wajib on time. Aku gak suka nunggu, jadi gak mau juga bikin orang lain menunggu. Terima kasih untuk orang-orang di negara serba ngaret ini, kalian tetap datang tepat waktu, semoga dipermudah dalam mencari duit halal dan semoga aku sering dipertemukan  dengan orang-orang seperti kalian, Aamiin.



Kalau mau lebih bermodal, cari MUA dan fotografer sendiri yang bagus. Memang totalnya bisa habis ratusan ribu, tapi hasilnya gak akan mengecewakan. Kalau ikut portofolio gratisan kebanyakan MUA pemula, kita gak bisa pilih, sama-sama gak dapat duit mending jadi canvas MUA profesional.



Kamu dapat portofolio yang pasti memuaskan, tipsnya follow instagram MUA hits di kota kamu, biasanya mereka cari model lewat ig story/feed. Pastikan juga ada fotografer yang jago motret.  Kalau dibayar jadi kanvasnya MUA pemula, itu beda cerita, karena sudah masuk kategori pekerjaan dan kita sudah dapat cuan.



Semoga tulisan aku Cara Menjadi Model Make Up atau Muse bermanfaat. Jangan asal pilih agensi atau manajemen, asal portofolio banyak.


Untuk informasi tambahan agar lebih hati-hati kamu bisa nonton konten Deddy Corbuzier di YouTube dengan narasumber Model profesional yang akhirnya resign. Semoga bermanfaat! 


Langkah Demi Langkah Mengatasi NPD Bersama Kartika Soeminar

Langkah Demi Langkah Mengatasi NPD Bersama Kartika Soeminar

 https://www.stafana.com/2024/08/langkah-demi-langkah-mengatasi-gangguan-narsistik.html



Langkah Demi Langkah Mengatasi NPD Bersama Kartika Soeminar - Minggu lalu, aku berkesempatan menghadiri sebuah acara yang diadakan di Aston Hotel Solo. Acara ini dimulai pukul 11.00 WIB dan berlangsung hingga selesai, membahas topik yang sangat relevan dan penting yaitu Gangguan Kepribadian Narsistik (NPD). Acara tersebut merupakan bagian dari kampanye bertajuk #BrokenButUnbroken yang diinisiasi oleh Kartika Soeminar.


Apa Itu NPD?

Gangguan Kepribadian Narsistik (Narcissistic Personality Disorder/NPD) adalah suatu kondisi kesehatan mental yang ditandai oleh pola perilaku yang mencerminkan grandiositas (rasa penting diri yang berlebihan), kebutuhan berlebihan untuk dikagumi, dan kurangnya empati terhadap orang lain.


Orang dengan NPD seringkali memiliki keyakinan yang tidak realistis tentang diri mereka sendiri, cenderung memperbesar pencapaian mereka, dan sering memanfaatkan orang lain untuk mencapai tujuan mereka sendiri.


Ciri-ciri NPD meliputi:

  • Grandiositas: Keyakinan bahwa mereka lebih penting atau lebih unggul daripada orang lain.
  • Kebutuhan untuk Dikagumi: Kebutuhan konstan untuk pujian dan perhatian dari orang lain.
  • Kurangnya Empati: Ketidakmampuan atau ketidakinginan untuk memahami dan merasakan perasaan orang lain.
  • Manipulatif: Sering kali menggunakan orang lain untuk mencapai tujuan pribadi mereka.
  • Eksploitasi Interpersonal: Menggunakan hubungan dengan orang lain untuk keuntungan pribadi.
  • Perasaan Hak: Menganggap bahwa mereka berhak mendapatkan perlakuan khusus atau keuntungan lebih dari orang lain.


Gejala ini biasanya mulai terlihat pada usia dewasa muda dan dapat mempengaruhi berbagai aspek kehidupan seseorang, termasuk hubungan pribadi, pekerjaan, dan kehidupan sosial. Mengidentifikasi dan memahami NPD penting untuk mengelola interaksi dengan pengidapnya dan menjaga kesehatan mental kita sendiri.

https://www.stafana.com/2024/08/langkah-demi-langkah-mengatasi-gangguan-narsistik.html


Siapa itu Kartika Soeminar ?

Kartika Soeminar, seorang NPD abuse survivor, berbagi pengalaman hidupnya yang menyakitkan sebagai korban NPD selama 23 tahun.


Dalam kampanye ini, Kartika bersama Komunitas Emak Blogger (KEB) melakukan perjalanan ke berbagai kota besar di Indonesia untuk memberikan edukasi kepada masyarakat, terutama perempuan, mengenai pentingnya mengenali NPD dan cara menghadapinya. Kampanye ini sudah berlangsung di lima kota yaitu Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, dan Solo.


Dalam acara tersebut, Dra. Probowatie Tjondronegoro, M.Si., Psikolog, seorang psikolog senior, menjelaskan bahwa pengidap NPD seringkali tidak menyadari bahwa mereka memiliki ciri-ciri tersebut.


Mereka biasanya memuji diri sendiri secara berlebihan, manipulatif, butuh dikagumi, dan kurang empati terhadap lingkungan sekitar. Menurut Dra. Probowatie, pola asuh di masa kecil yang terlalu sering mendapat pujian bisa menjadi penyebab utama munculnya gejala NPD ini.


Untuk menghadapi orang dengan gangguan NPD, Dra. Probowatie memberikan lima langkah psikologis yang bisa diterapkan:


1. Menetapkan Batasan 

Pertama, sangat penting untuk menetapkan batasan. Kita perlu memperkuat diri sendiri agar tidak terlalu terpengaruh oleh tindakan pengidap NPD. Bersikap cuek dan mengurangi interaksi dengan mereka adalah cara efektif untuk menjaga kesehatan mental kita.


2.  Afirmasi Positif  

Setiap hari, beri diri sendiri dorongan positif. Ucapkan kalimat yang bisa memperkuat mental seperti "saya semakin kuat, saya bisa menghadapi semua." Meskipun terdengar sederhana, kalimat ini memiliki kekuatan besar untuk membuat hidup kita lebih kuat.


3. Journaling

Cobalah teknik journaling sebagai terapi. Ambil kertas kosong, tulis dan gambarlah semua perasaan dan emosi terhadap pengidap NPD. Setelah itu, robek dan buang kertas tersebut. Ini bisa membantu melepaskan rasa frustrasi dan kemarahan.


4. Pendekatan Spiritual

Tingkatkan kegiatan spiritual dan mohonlah kekuatan mental serta kesehatan jasmani dalam menghadapi orang dengan NPD. Doakan agar kita mampu mengendalikan diri dalam berbagai situasi saat berhadapan dengan mereka.


5. Konsultasi dengan Ahli 

Temui dan konsultasikan kondisi mental kita dengan ahli jiwa untuk mendapatkan saran dan cara terbaik dalam menghadapi orang dengan NPD.


Baca juga artikel di bawah ini:

Camping Bersama Keluarga Agar Tidak Stress

https://www.stafana.com/2024/08/langkah-demi-langkah-mengatasi-gangguan-narsistik.html


Kampanye #BrokenButUnbroken ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang NPD dan memberikan dukungan kepada mereka yang menjadi korban. Kartika Soeminar sangat berdedikasi dalam kampanye ini, mengeluarkan banyak waktu, tenaga, dan biaya untuk menjangkau lebih banyak orang.


Selain itu, Kartika juga menciptakan lagu yang terinspirasi dari pengalamannya sebagai korban NPD, dengan harapan lagu tersebut bisa menjadi sumber kekuatan bagi mereka yang mengalami hal serupa.


Acara ini berlangsung selama dua jam dan ditutup dengan sesi curhat dari para audiens. Kami juga diajari cara-cara terapi untuk menenangkan teman yang mengalami panic attack, seperti mengelus punggungnya dan memberikan pelukan hangat.


Semoga kita semua, terutama para perempuan, bisa lebih fokus pada diri sendiri, menyebarkan kebaikan tanpa membanding-bandingkan pengalaman trauma kita. Setiap orang punya perjuangan masing-masing dalam hidup. Aku berharap kampanye ini bisa menyebar ke seluruh Indonesia dan membawa manfaat bagi banyak orang.


Langkah Demi Langkah Mengatasi NPD Bersama Kartika Soeminar. Aku merasa sangat terinspirasi oleh semangat dan dedikasi Kartika dalam menyuarakan pentingnya kesehatan mental. Acara ini memberikan banyak wawasan dan cara praktis untuk menghadapi orang dengan gangguan NPD, sekaligus mengingatkan kita akan pentingnya menjaga kesehatan mental dalam kehidupan sehari-hari.


#Narcisstic  #NPDSurvivor  #NPDAwareness  #BrokenButUnbroken  #BreakTheSilence  #KartikaSoeminarStory



3 Kebiasaan yang Membuat Klien Tetap Setia

3 Kebiasaan yang Membuat Klien Tetap Setia

https://www.stafana.com/2024/02/menjaga-kebiasaan-agar-klien-tetap-setia.html


Dalam era di mana teknologi memungkinkan kita memberikan peluang besar untuk mendapatkan penghasilan tanpa harus bekerja di kantor, terdapat tiga kebiasaan krusial yang seringkali diabaikan namun mampu menjaga kesetiaan klien.


Di Indonesia, budaya literasi yang minim serta kecenderungan orang-orang yang sulit datang tepat waktu. Seringkali mengabaikan pentingnya kebiasaan-kebiasaan ini. Bagi mereka yang sedang meniti karier, membangun hubungan yang kokoh dengan klien menjadi kunci.


Ketiga kebiasaan ini menjadi kunci utama untuk memenangkan hati klien dan mempertahankan kolaborasi jangka panjang. Tanpa perlu bersusah payah dalam mencari pekerjaan, kamu bisa menjaga kebiasaan ini agar klien yang ada tetap setia dan memberikanmu banyak cuan.


Apa Saja Kunci Tiga Kebiasaan Tersebut?


 1. Ketepatan Waktu

Hadir tepat waktu mencerminkan komitmen, keteraturan, dan profesionalisme. Orang yang menghargai waktu juga menghormati waktu orang lain, yang merupakan landasan penting dalam hubungan kerja yang sehat. Kalau kamu sedang kerja di kantor maupun dari rumah, penting untuk selalu tepat waktu.


Tidak enak menunggu orang lain, jadi lebih baik jika kita bisa datang atau mengerjakan tugas sesuai waktu yang disepakati. Kalau sering terlambat, orang mungkin akan pikir kita kurang profesional. Jadi, baik bekerja di kantor maupun di rumah, tepat waktu itu penting!


2. Mencatat Prioritas

Bekerja dengan seseorang yang sering lupa dan enggan mencari solusi dapat menjadi tantangan serius dalam lingkungan kerja. Rasanya mungkin penuh dengan frustrasi dan kelelahan karena seringkali memerlukan pengulangan tugas serta pengecekan berulang.


Meskipun sifat tersebut adalah hal yang manusiawi, namun jika kebiasaan tersebut mengganggu alur kerja dan produktivitas, hal itu bisa menjadi hambatan bagi tim dan proyek yang sedang dikerjakan. 


Membuat catatan di buku, cara sederhana seperti membuat daftar apa yang paling penting untuk dikerjakan. Dengan begitu, kita tahu harus fokus pada apa yang benar-benar penting dan tidak terganggu dengan hal-hal lain yang kurang penting. Ini membantu kita menggunakan waktu dan energi dengan lebih baik.


3. Menyelesaikan Tugas Tanpa Menghosting

Seringkali aku menemui orang yang diberi waktu lama untuk mengerjakan tugas, tapi mereka akhirnya menghilang dan tidak memberikan kabar. Pekerjaan pun terbengkalai dan klien kecewa. Tentu saja, klien tidak akan mau melanjutkan pekerjaan karena orang yang tidak bertanggung jawab seperti itu merugikan mereka.


Orang yang tidak bertanggung jawab akan merugikan banyak pihak dan dapat merusak reputasi manajemen, kantor, atau perusahaan. Oleh karena itu, penting untuk memilih rekan kerja yang dapat dipercaya dan bertanggung jawab.


Baca juga : Catatan Perjalanan Sepanjang 2023


Mengapa Kebiasaan-Kebiasaan Ini Penting?


  • Ketepatan waktu membangun kepercayaan dan menjaga alur kerja yang lancar.
  • Mencatat prioritas membantu menghindari kebingungan dan kehilangan fokus.
  • Menyelesaikan tugas tanpa menghosting menunjukkan integritas dan kualitas kerja yang tinggi.
https://www.stafana.com/2024/02/menjaga-kebiasaan-agar-klien-tetap-setia.html

  • Kebiasaan ini menciptakan lingkungan kerja yang efisien dan efektif.
  • Membangun reputasi sebagai individu yang dapat diandalkan dan profesional.
  • Menarik klien dan rekan kerja yang berkualitas karena reputasi yang terjaga.
https://www.stafana.com/2024/02/menjaga-kebiasaan-agar-klien-tetap-setia.html


Bagaimana Pengalaman Pribadi Menjadi Bukti Kebiasaan-Kebiasaan Ini?


Sejak tahun 2017, pengalamanku dalam dunia freelance telah terbukti efektif berkat tiga kebiasaan ini. Dengan mengutamakan ketepatan waktu, mencatat prioritas, dan menyelesaikan tugas tanpa menghosting dan sesuai brief, aku telah berhasil membangun hubungan profesional yang kuat dan saling menguntungkan dengan klien. Klienku yang dulu masih setia sampai sekarang.


Kamu tidak pernah tahu bahwa orang yang sedang kamu hadapi saat ini mungkin akan menghubungkan dengan banyak klien di masa depan. Oleh karena itu, bertanggung jawablah setiap kali menerima pekerjaan. Jaga kepercayaan itu atau kamu mungkin akan menyesalinya.


Terkadang klien juga memintaku untuk mencari orang yang bisa melakukan suatu pekerjaan, namun aku tidak pernah memberikan pekerjaan kepada orang yang tidak disiplin dan tidak bertanggung jawab karena dengan merekomendasikan orang - orang seperti itu dapat merusak reputasi ku.


"Semoga tulisan ini memberikan manfaat bagi kamu yang sedang mencari pekerjaan. Di manapun kamu berada, lakukanlah pekerjaan yang halal dengan penuh profesionalisme."


Catatan Perjalanan Pribadi Sepanjang Tahun 2023

Catatan Perjalanan Pribadi Sepanjang Tahun 2023

https://www.stafana.com/2024/01/catatan-perjalanan-pribadi-2023.html


Tahun 2023 menjadi lembaran hidup yang tak terlupakan, diisi dengan kisah-kisah berharga dan hikmah yang membentuk diri ini. Seiring waktu berlalu, perjalanan ini melibatkan tantangan, kegembiraan, dan tangisan. Tumbuh bersama waktu bukan hanya tentang bertambahnya usia, melainkan bagaimana setiap detik berkontribusi pada pertumbuhan diri.


Melalui pengalaman ini, aku meresapi makna kehidupan di dalam setiap momen dan menyadari bahwa terkadang, tumbuh bersama waktu tidak selalu sejalan dengan harapan.


Sepanjang Tahun 2023


1. Jangan pernah tinggalkan Sholat!


https://www.stafana.com/2024/01/catatan-perjalanan-pribadi-2023.html


Aku pernah bertanya pada diri sendiri, ketika melihat lowongan pekerjaan yang memberikan syarat "wajib solat 5 waktu dan bisa mengaji". Aku merasa semua orang melakukan itu jika mereka beragama Islam, karena apapun alasannya, kita tetap tidak boleh meninggalkan sholat.


Membaca Al-qur'an hukumnya (fardhu kifayah) di mana sebagian umat Muslim diharapkan untuk melakukannya sehingga tidak menjadi suatu kewajiban bagi seluruh umat.


Namun, kenyataannya, ketika aku masuk SMP negeri, banyak sekali teman-teman yang sholatnya masih bolong-bolong. Bisa diketahui jika kamu sering bermain bersama temanmu apalagi melewati jam sholat. Salah satu temanku mengatakan dengan gampang, "Apakah kamu sholat? Ah, tidak mungkin," dan laki-laki itu juga bilang di keluarganya memang sholatnya kadang-kadang.


Sholat bukan lagi sekadar sebuah kewajiban, melainkan sebuah kebutuhan. Aku merasakannya ketika sholat memberikan kekuatan yang memungkinkanku bertahan di tengah-tengah ketidakadilan hidup ini.


Aku bisa tetap bertahan tanpa ragu meninggalkan sholat, terutama di zaman sekarang di mana sulit menemukan orang yang konsisten sholat 5 waktu.


Menurut logikaku, pertanyaan utama di alam kubur bukanlah seputar gelar atau jabatan, melainkan tentang sholat. Sholat setiap hari bukan jaminan masuk surga, belum tentu diterima, namun aku tetap menjalankannya dengan harapan masih memiliki peluang masuk surga. Ini menjadi cara bagiku untuk tetap rendah hati dan tidak menjauh dari Rabbku.


Aku yakin bahwa sholat adalah suatu amal ibadah yang dapat menjaga koneksi spiritualku dengan Tuhan dan mengajarkan kepatuhan serta ketaatan.


Oleh karena itu, aku berkomitmen untuk tetap menjalankan sholat sebagai bentuk ketaatan dan usaha agar tetap berada di jalan yang diridhai oleh-Nya.


Dengan menjaga kewajiban sholat, aku selalu diingatkan untuk tidak pernah merasa sombong terhadap manusia lain. Menyadari bahwa tidak pernah tahu apa yang tengah dilakukan oleh para pendosa lain, termasuk diriku sendiri.


Mungkin mereka sedang memperbanyak istighfar dan mendekatkan diri kepada Tuhan, jauh lebih sering dari apa yang aku lakukan.


2. Menjaga Pergulan


Perubahan budaya dan norma sosial di era zaman sekarang dapat menciptakan tantangan tersendiri, terutama dalam menjaga nilai-nilai moral dan agama. Fenomena seperti kumpul kebo, merokok, dan mabok tanpa batasan merupakan refleksi dari perubahan budaya dan pandangan hidup yang beragam.


Bagi individu yang berusaha untuk menjaga dan melaksanakan perintah agama, seringkali mereka merasa dihadapkan pada tekanan sosial atau bahkan dianggap aneh. Hal ini bisa menimbulkan konflik antara nilai-nilai agama dan norma-norma sosial yang berlaku di masyarakat. 


Teruslah berdoa kepada Allah SWT untuk mendapatkan kekuatan dan petunjuk dalam menghadapi tantangan serta meletakkan tawakal (kepercayaan penuh) kepada-Nya.


3. Solo Travelling


https://www.stafana.com/2024/01/catatan-perjalanan-pribadi-2023.html


Salah satu hal yang paling aku suka dari pengalaman hidup adalah "solo travelling", berjalan sendiri menelusuri kota, tidak peduli dengan orang yang akan melihatku. Dengan berbekal uang, air minum, dan buku. Aku bisa lebih mengenal diriku sendiri. Jika kamu beruntung kamu akan mendapatkan teman baru.


Solo travelling juga meningkatkan skill dalam menghadapi situasi yang tidak terduga dan untuk beradaptasi secara mandiri. Namun kamu tetap selalu berhati-hati dalam berbicara dan beperilaku, tetap ikuti aturan di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung.


4. Jangan Boros


https://www.stafana.com/2024/01/catatan-perjalanan-pribadi-2023.html


Jangan boros, selalu memahami prioritas, dan menjaga hidup yang tenang dengan tidak berurusan "utang-piutang" kepada siapapun termasuk keluarga adalah prinsip bijak. Hal yang dapat diperhatikan untuk mengamankan kondisi finansial dengan melibatkan manajemen keuangan yang baik.


5. Merantau dengan Biaya Sendiri


Pengalaman merantau dengan biaya sendiri dapat menjadi bagian penting dari proses pertumbuhan dan persiapan sebelum memutuskan untuk menikah.


  • Mandiri dan Bertanggung Jawab

Merantau memaksa aku untuk menjadi lebih mandiri dan bertanggung jawab terhadap diri sendiri.

  • Kemampuan Mengelola Uang

Pengalaman ini dapat membantu diriku memahami nilai uang, membuat anggaran, dan belajar untuk hidup sesuai kemampuan finansial.

  • Keahlian Masak dan Pemeliharaan Diri

Tanpa dukungan keluarga, aku belajar untuk memasak, membersihkan, dan merawat diri sendiri.

  • Pengembangan Keterampilan Sosial

Aku bisa mengasah keterampilan sosial dan kemampuan beradaptasi dengan berbagai situasi sosial.


6. Stop Micro-cheating!


https://www.stafana.com/2024/01/catatan-perjalanan-pribadi-2023.html



Istilah yang digunakan untuk merujuk pada perilaku kecil dan subtil yang mungkin mengindikasikan ketertarikan atau keterlibatan emosional dengan orang selain pasangan dalam suatu hubungan.


Tidak mencakup hubungan fisik atau perselingkuhan langsung, mereka dapat dianggap sebagai bentuk pengkhianatan emosional atau perilaku yang tidak setia.


Aku tidak pernah menjadi pelaku micro-cheating, tetapi seringkali menemukan laki-laki yang memiliki tingkat kepercayaan tinggi yang tidak masuk akal. Saat dihadapi perempuan yang bersikap ramah dengan etika yang baik (basic manner bukan flirting), mereka merasa perempuan itu menyukainya.


Padahal jika kalian tahu, penampilannya di bawah standar laki-laki Indonesia. Yang artinya, penampilannya tidak menarik, dan perilakunya juga kurang baik. Aku tidak perduli dengan hubungan haram, jadi mari kita fokus pada hubungan halal atau pasangan yang sah di mata agama.


Aku menemukan beberapa orang yang, meskipun sudah memiliki pasangan sah, masih memberikan reaksi positif kepada orang yang masih single bertujuan menggoda.


Di zaman sekarang lebih mudah melakukan hal tersebut lewat sosmed. Sebagai perempuan yang single, aku hanya tertarik pada laki-laki yang juga single. Aku tidak ingin mendapatkan suami orang atau bekas pasangan orang.


Ketika bertemu dengan laki-laki yang memberikan like, emot love, komentar secara berulang dan chat-nya mengarah ke curhat, dan chat yang tidak ada tujuan selain mencari perhatian kita, sebaiknya langsung blokir. 


Bagi perempuan baik-baik, tidak akan mau selingkuh dengan pasangan orang lain, terutama di zaman ini yang penuh dengan pelaku perselingkuhan. Sayangnya, seringkali perempuan yang disalahkan, padahal laki-laki juga memiliki peran dalam menjaga pandangan dan nafsu.


Lebih baik dianggap  sombong dan angkuh dari pada difitnah "pelakor". Ini juga untuk menghindari potensi masalah dengan suami orang tersebut. Dalam hubungan haram, aku tidak peduli, tetapi mengingat risikonya, lebih baik dihindari.


7. Mengasah skill 


Memilih untuk terus belajar melalui praktik dan ikut pelatihan menunjukkan komitmenku sebagai pemalas untuk terus berkembang. Pengalaman tersebut tidak hanya membantuku meningkatkan keterampilan praktis, tetapi juga membawa manfaat bagi pertumbuhan pribadi dan profesional.


Bertemu dengan orang baru dan berinteraksi dalam lingkungan pelatihan memberikan kesempatan untuk membangun jaringan sosial yang berharga, serta memperluas wawasan dan pemahaman.


Demikianlah catatan perjalanan hidupku di tahun 2023, sebuah lembaran tak terlupakan yang dipenuhi dengan berbagai kisah berharga dan hikmah. Semoga tulisan ini selalu mengingatkanku tentang sebuah proses yang sudah aku lalui. 


Volunteering di Nusa Penida 5 Hari 4 Malam

Volunteering di Nusa Penida 5 Hari 4 Malam

https://www.stafana.com/2022/10/manfaat-volunteering-untuk-kehidupan.html


Setelah aku berhasil menata mood dengan baik. Sesuai janji kemarin aku bakal sharing perjalanan menjadi relawan part 2 di Nusa Penida. Sebelumnya aku menjadi relawan di lembaga non profit dan aku merasa misplaced.

Pada akhirnya aku mendaftar kembali menjadi relawan dengan jalur self funded sebuah startup yang bergerak di bidang sosial dan masyarakat.

Di sinilah aku akan menuliskan secara jelas untukmu yang tertarik menjadi volunteer agar mempunyai gambaran kegiatan apa saja yang dilakukan ketika mengabdi ke masyarakat.


Apa itu Relawan?

Relawan / Sukarelawan adalah orang yang ikut kegiatan sukarela ( Bahasa Inggris : Volunteering ). Kegiatan ini bermaksud untuk membantu orang lain dalam hal kebaikan dan tidak hanya menjadi relawan bencana alam saja. Relawan dibagi menjadi beberapa divisi seperti, divisi pendidikan, kesehatan, ekonomi dan lingkungan, penyelamatan darurat (rescue), dll.

Kenapa Menjadi Relawan?

Alasan kenapa aku ingin menjadi relawan yang tidak dibayar bahkan, aku rela membayar untuk menjadi relawan karena rasa penasaranku yang tidak mengalami kegiatan KKN (Kuliah Kerja Nyata di Kampus) beberapa tahun lalu.

Setelah aku berbincang bersama teman-teman volunteer, ternyata mereka juga memiliki alasan yang sama ketika kita mengabdi di Nusa Penida.

Alasan lainnya, menjadi relawan adalah impian kecilku yang harus ku wujudkan sebelum menikah. Ketika sudah menikah kehidupan pasti berubah drastis. Salah satunya aku sudah tidak memiliki kebebasan seperti saat ini.

Aku bukan tipikal orang yang suka menghabiskan uang untuk jalan-jalan. Aku punya prinsip, ketika aku keluar rumah minimal ada yang bisa dibawa pulang, entah itu uang, teman, maupun pengalaman. Aku tidak mau menyesalinya dikemudian hari.

Tinggal Bersama Warga Lokal di Batumadeg


https://www.stafana.com/2022/10/manfaat-volunteering-untuk-kehidupan.html
Desa Adat Batumadeg (doc.pribadi)


Aku bergabung bersama startup peduli lingkungan karya mahasiswa UII Yogyakarta. Startup ini bernama "AiKite" yang artinya Air Kita yang berasal dari Bahasa Bangka. 

Diawali titik pertemuan berada di Pelabuhan Gilimanuk pukul 08.00 WIB. Sehari sebelumnya aku berangkat menggunakan kereta api Sri Tanjung - ekonomi 12 jam dari Solo Balapan dengan harga tiket Rp94 ribu rupiah. Untungnya aku dapat teman yang berangkat dari Yogyakarta jadi, perjalanan seharian di kereta api tidak membosankan diwarnai canda tawa kami.

Kami tinggal di satu rumah yang disebut dengan Rumah Volunteer. Rumah ini merupakan rumah warga lokal. Ada beberapa peraturan yang tidak boleh dilanggar sesuai kepercayaan warga setempat seperti, tidak boleh menginjak dengan sengaja dan memindahkan banten (persembahan sembahyang), tidak boleh masuk ke Pura bagi yang sedang haid, tidak boleh memindahkan air dari kamar mandi ke dapur maupun sebaliknya.

Di rumah ini kami tidur bersama di lantai dan di dalam kamar menggunakan kasur. Aku memilih di kamar saja karena tidak pernah tidur di lantai yang beralas karpet. Rumah Volunteer juga sudah disediakan selimut, bantal, dan guling.

Di Nusa Penida mengalami krisis air bersih jadi, di Rumah Volunteer air PDAM hanya mengalir 2 hari sekali. Di depan rumah ada satu sumur yang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari jika air PDAM tidak mengalir. Para relawan juga harus menimba setiap mau menggunakan kamar mandi. Di sinilah untuk pertama kalinya aku menimba dan tidak ada masalah.


Program Selama di Nusa Penida


https://www.stafana.com/2022/10/manfaat-volunteering-untuk-kehidupan.html
Siswa-Siswa SMPN 6 Nusa Penida Kelas 2


Jujurly mereka ganteng-ganteng ya, em.. wajahnya sesuai umur mereka. Dulu di SMP-ku cowok-cowoknya badannya besar dan mukanya kayak anak SMA haha.

Kali ini kita membuat proyek "Rainwater Harvesting" untuk kegiatan sosial berupa penyuluhan terhadap masalah air, sanitasi, dan kebersihan ( hygiene ) yang berlokasi di SMPN 6 Nusa Penida. Pemanenan air hujan (Rainwater Harvesting) adalah sistem pengumpulan air hujan dalam sebuah tangki/reservoir yang kemudian dapat dimanfaatkan kembali menjadi alternatif sumber air bersih.

Kegiatan Selama Menjadi Volunteer


Day 1, Pengenalan masyarakat Banjar Adat Penutuk, Nusa Penida, interview warga bersama kelompok, dan village tour.
Day 2, Volunteer menjadi fasiliator kegiatan sosialisasi edukasi RWH (Rainwater Harvesting) kepada murid SMPN 6 Nusa Penida.
Day 3, Panitia mengedukasi relawan tentang RWH ( kegiatan hampir sama dengan day 2 ) lokasi di SMPN 6 Nusa Penida. Kegiatan kedua, lomba membuat konten Nusa Penida untuk para relawan.
Day 4, Trip Nusa Penida dan beach clean up
Day 5, Closing Ceremony dan kepulangan volunteer


Menu Makanan


Salah satu hal yang bikin dag dig dug ser, sebagai pemilih makanan. Menu makanannya ada Nasi kentucky, Nasi Goreng, Nasi Kuning, Nasi Telur, Nasi Pindang, Gado-Gado,dll. Wow! Ada menu spesial yaitu Sate Lilit Sambal Matah. Aku jadi suka sambal matah semenjak makan Sambal Matah Bali.


Evaluasi Diri


Dulu dimasa sekolah kegiatan menginap bukan jadi hal yang ku suka. Selalu ada alasan yang ku buat untuk tidak mengikutinya. Tapi, sekarang aku merasa kegiatan yang memerlukan waktu bermalam menjadi menyenangkan.

Ada beberapa hal yang baru aku ketahui semenjak hidup mandiri di kos. Ternyata aku sensitif suara saat tidur, aku tidak bisa tidur dengan orang banyak dalam waktu lama, aku tidak mau makan makanan yang bercampur sambal (kecuali sambal bawang), dan aku tidak bisa tidur di kamar yang berantakan.

Banyak sekali pantanganku bukan? ikut volunteering juga melatihku untuk bisa beradaptasi disegala kondisi, lebih peka terhadap lingkungan, lebih kritis, dan lebih menghargai hidup. 

Di hari keempat, tepat sebelum memasuki Kelingking Beach aku jatuh pingsan karena vertigo. Alasannya karena aku makan sedikit sebelum berangkat. Yup, aku tidak mau makan makanan yang tidak enak. Apalagi lauk pauk yang dicampur langsung sama sambal.

Tolong ya, wahai calon-calon panitia konsumsi, tidak semua orang Indonesia suka sambal termasuk aku. Aku bisa makan sambal paling 2-3x sebulan dan dalam porsi kecil. Karena inilah kondisi kesehatanku memburuk di hari terakhir.

Kesimpulan Cerita Relawan Part 2


https://www.stafana.com/2022/10/manfaat-volunteering-untuk-kehidupan.html
Periode 23-27 September 2022


Aku tekankan bahwa ini adalah kegiatan sukarela, bukan berwisata / open trip. Jadi ekspetasi teman-teman jangan melewati garis "volunteering". Menjadi relawan memang susah dan capek. Apalagi kita juga harus ikhlas. Seikhlas apa sih kita mengabdi ke masyarakat? 

Kita akan susah sinyal, air, makanan, listrik, atau kita bisa kesusahan dalam semuanya. Ini adalah sebuah tantangan wajib yang harus dilalui dan pastinya kita akan sering jalan kaki. Di Nusa Penida Alhamdulillah susah air saja dan sinyal lancar untuk kartu XL dan Telkomsel bahkan, ada wifi gratis tanpa password di desa. Aku sengaja tidak mengisi pulsa karena tujuan kedua di sini adalah puasa internet. Aku bebas dari kecanduan sosmed dan bisa fokus mengobrol lebih banyak ke teman-teman.


Aku belajar mengontrol ekspetasiku setelah sebelumnya zonk saat kegiatan relawan yang pertama (KLIK DI SINI). Rumah penduduk lokal juga sederhana tapi ini lebih dari cukup karena rumahnya bersih, terdapat dapur, dan kamar mandi.


Kalau kamu hanya ingin berwisata jangan ikut volunteering tetapi langsung ikut open trip. Di lapangannya kegiatan relawan akan lebih sulit. Menemukan warung sembako pun sudah sangat bersyukur.

Punya uang tapi tidak ada tempat untuk menghabiskan uang. Jangan manja dan mengeluh, sungguh ini kegiatan yang wajib dicoba meski seumur hidup sekali. Jangan salah pilih startup atau kamu akan menyesal seperti aku kemarin. 



Pengalaman Pertama Anak Bungsu yang Introvert Menjadi Relawan

Pengalaman Pertama Anak Bungsu yang Introvert Menjadi Relawan

https://www.stafana.com/2022/09/pengalaman-anakbungsu-introvert-menjadi-relawan.html


Selamat pagi pembaca, sudah lama aku tidak menulis. Diriku sedang berada di titik jenuh menjadi content creator. Aku bukanlah anak bungsu - introvert yang pendiam. Aku sangat cerewet tetapi, aku lebih suka menghabiskan waktu sendiri dan berada di circle pertemanan yang kecil. Di usia 23th aku baru sadar kalau aku seorang introvert setelah mengalami masa pandemi. Aku lebih sering di rumah dan memiliki banyak waktu untuk mengenal siapa diriku.


Kegiatan yang biasa aku lakukan adalah membuat konten di social media & blog secara mandiri. Aku senang bekerja sendiri di rumah dan jika butuh bersosialisasi barulah aku pergi ke luar rumah untuk mencari teman.


Kegiatan yang aku lakukan untuk mencari teman biasanya sebatas mengunjungi pertemuan komunitas blogger, datang ke event / workshop, jalan-jalan sendiri, dan bertemu dengan kawan lama. Semakin usia bertambah aku senang menghabiskan waktu sendirian.


Beberapa bulan terakhir aku hanya membuat konten berbayar. Alasan lain selain bosan, aku sedang sibuk melakukan perkerjaan lain yang tidak berhubungan dengan konten. Aku memutuskan menjadi relawan atau volunteer sejak tahun 2020 silam.


https://www.stafana.com/2022/09/pengalaman-anakbungsu-introvert-menjadi-relawan.html


Awal Tahun 2020

Dari dulu aku ingin sekali bisa pergi ke suatu tempat yang jauh dan berbaur dengan masyarakat asli. Sayangnya aku minim informasi dan saat di sekolah pun aku adalah murid yang pasif. Aku sudah punya ambisi ketika usiaku 13 tahun, aku harus cepat selesai sekolah dan bekerja. Di tahun 2017- sekarang cita-citaku terwujud. Lulus SMA aku sudah bekerja dan memberikan gaji pertama kepada mama.


Apa tujuanku ingin menjadi relawan?

Aku hanya ingin memiliki pengalaman menjadi relawan di bidang lingkungan / animal volunteer meskipun seumur hidup sekali. Karena aku mengambil sekolah perhotelan dan tidak punya pengalaman KKN tetapi, magang professional di hotel selama 6 bulan.


Aku sudah mencoba daftar jalur fully funded di salah satu komunitas dan gagal diseleksi berkas. Mungkin karena aku tidak memiliki pengalaman sama sekali. Aku tidak berharap banyak sih, jadi tidak terlalu kecewa. Aku mendaftar jalur ini dengan biaya 100ribu.


Tahun 2021

Aku mencoba daftar secara self funded di komunitas yang sama dengan syarat membayar 800ribu di Pulau Masalembu selama 10 hari. Sayangnya, karena aku anak bungsu mama tidak mengijinkan dan akhirnya aku mundur dengan berat hati. Padahal posisinya aku sudah membayar lunas seluruh biayanya.


Sebenarnya aku ingin nekat tapi, takut kenapa-kenapa di jalan. Kesalahanku karena aku daftar jadi relawan barulah memita ijin ke mama. Aku pikir bakal dibolehin setelah bayar seluruh biayanya ternyata tetap tidak boleh!


Tahun 2022

Aku tidak menyerah untuk mencoba. Bulan Agustus adalah bulan kelahiranku. Aku menghadiahi diriku sendiri dengan ikut kegiatan relawan di provinsi sebelah. Aku mengosongkan satu bulan untuk tidak bekerja hanya untuk kegiatan relawan. Aku sudah mem-follow sejak 2020 akun lembaga non profit yang bergerak dibidang perlindungan hutan dan satwa liar.


Aku mendaftar dengan syarat menjadi relawan minimal 1 bulan ( Tanggal 1 sept- 30 sept ) menjadi volunteer dengan biaya 100ribu untuk membeli baju dan 500ribu untuk commitment fee yang akan dikembalikan jika aku sudah menyelesaikan kegiatan relawan selama 1 bulan.


https://www.stafana.com/2022/09/pengalaman-anakbungsu-introvert-menjadi-relawan.html


Ekspetasi

Aku akan melakukan kegiatan di bidang lingkungan seperti: penanaman pohon, membersihkan alam, berkebun, melakukan pemilahan sampah daur ulang, seperti kegiatan Komunitas Lindungi Hutan. Aku juga akan tidur di tempat yang minim sekali jaringan internet, kasur busa, kamar kecil yang gelap, kamar mandi kotor dan sempit. Aku memikirkan ada 10 orang relawan di sana.


Sebelum akhirnya aku memutuskan bersedia membayar biaya total 600ribu, aku membaca berkali-kali junknis ( petunjuk teknis ) menjadi relawan di lembaga tersebut. Aku sanggup karena jam kerja mengikuti staff di sana dari jam 8 pagi-4 sore. Jika ditulis 8 jam / lebih aku sudah membatalkan niatku untuk bergabung. Karena aku lebih tau dengan batasan dan kondisi fisikku.


Tanggal 16 Agustus 2022, aku langsung membayar 600ribu dan setelah itu hening. Tidak ada kabar lagi selain menanyakan ukuran bajuku. Aku pikir akan diberitahukan barang apa saja yang wajib dibawa, informasi tambahan atau apalah.


Tepat tanggal 25 Agustus 2022 aku menanyakan informasi kedatangan paling lambat jam berapa dan meminta tolong agar jangan memberitahu informasi secara mendadak karena aku perlu membeli tiket kereta jauh-jauh hari agar harga tiketnya murah. Admin hanya membalas "siap".


Di sinilah aku berkata dalam hati jika tidak ada uang komitmen 500ribu, aku pasti sudah membatalkan ikut serta. Aku adalah orang yang suka mempersiapkan semua hal dari jauh-jauh hari. Bahkan mau ketemuan sama teman lama pun minimal 7 hari sebelum hari H. Aku perlu menata mood, mempersiapkan diri, dll. 


https://www.stafana.com/2022/09/pengalaman-anakbungsu-introvert-menjadi-relawan.html

Tanggal 31 Sept 2022 aku sudah sampai jam 8 pagi di lokasi. Aku mempersiapkan dengan matang bahkan membeli barang baru hanya untuk kegiatan selama sebulan di tempat itu. Jam 10 pagi staff baru masuk ke kantor. Barulah aku dihampiri seorang volunteer coordinator.


Dia menyuruhku tanda tangan dan setelah itu baru dijelaskan soal apa saja rules di lembaga itu. Tidak masalah karena mirip dengan isi junknis yang aku baca lewat email. Ada satu pertanyaan yang jawabannya cukup janggal yaitu, apa job desk aku di sini? volunteer coordinator bilang kalau kegiatan aku mengikuti kegiatan staff di sini. Aku hanya mengangguk tidak mengerti. Karena sudah tanda tangan perjanjian nggak bisa mundur lagi kan. Aku tidak bertanya lebih lanjut mengenai details pekerjaannya seperti apa.


Jam 11an siang aku diantar ke mess oleh seorang staff yang aku tebak dia sudah memiliki anak. Tapi firasatku mengatakan untuk jangan terlalu dekat dengan orang ini. sebut saja namanya,"mawar" Idk why? aku sih bersikap bodo amat dan bilang ke diri sendiri,"itu hanya pikiran burukku."


Di sini aku dapat kamar bekas gudang ( 1 kamar 2 orang ) dan makan siang 1x. Sarapan dan makan malam diusahakan sendiri. Sedihnya karena tempat pelosok jadi jauh dengan pasar dan tidak ada motor. Untung aku ada energen yang ku bawa dari rumah dan mie instant.


Hari pertama (1 Sept 22) aku berbincang dengan 5 orang relawan yang sudah duluan berada di sini. Sedikit mengejutkan karena ternyata aku salah ambil program. Program yang aku pilih seperti kegiatan panitia perlengkapan acara. Tugasnya bersih-bersih di penginapan wisata alam, balai makan, dan sekitar itulah. Menyapu, mengepel, mempersiapkan penginapan untuk tamu, angkat-angkat barang, apalagi ya? ya itulah..


Hari kedua (2 Sept 22) aku kaget karena kita kerjanya lembur sampai jam 8malam. Kegiatan hari ini bersih-bersih di balai makan. Firasatku sudah nggak enak nih kok lembur. Badanku sudah menggigil kedinginan. Aku tidak biasa tinggal di tempat dingin dan aku mengeluh ke teman,"aku kedinginan dan capek." Di sinilah aku nggak sadar bahwa ada si mawar memperhatikanku.


Hari ketiga (3 Sept 22) aku mulai kerja jam 5 pagi di balai makan - 12siang. Membersihkan bekas tamu dan menemani mereka outbound. Nah, di hari inilah ada kesalah pahaman. Aku sedang curcol ke teman kalau aku bikin konten kalau dibayar aja, karena aku lagi bosen jadi content creator.


Makanya aku pergi ke tempat ini untuk sekalian puasa internet. Tapi ada si mawar yang menguping pembicaraan kita dan menerjemahkan sendiri kalau aku tidak mau bikin konten untuk lembaga ini kalau tidak dibayar. 


Hari keempat (4 Sept 22) Aku mencuci sprei bekas tamu kira-kira 50an sprei. Di tanggal inilah aku bilang ke teman-teman relawan kalo aku ambil seminggu aja jadi relawan, nggak apa-apa uang komitmen hilang, meskipun mereka menyayangkan. Aku teringat seseorang di sana yang berkata,"Eksploitasi binatang dilarang tapi, mereka melakukan eksploitasi kepada manusia".


Yang bikin aku nggak ikhlas adalah jam kerja yang nggak sesuai perjanjian. Aku pernah magang di hotel, ngga ada tuh aku disuruh masuk kerja jam 5pagi meskipun hotel ada event. Malah eventnya hampir setiap hari lagi. Karena jam kerjanya jelas!


Hari kelima (5 Sept 22) hari libur, aku memutuskan untuk berbicara dengan volunteer coordinator kalau aku ingin mengundurkan diri karena tidak sesuai ekspetasi dan jam kerja yang berlebihan.


Aku juga merelakan uang 500ribu yang penting bisa keluar secepatnya sudah cukup. Tapi sayangnya ada evaluasi pagi-pagi staff dan founder. Si staff  bernama samaran "mawar" memfitnah aku dan akhirnya aku pulang ke Solo dengan uang komitmen ku 500ribu dikembalikan.


Kalian tahu di hari ke 5 ini adalah hari libur untuk relawan tapi akhirnya dijadikan hari kerja mencabut rumput bersama founder dan untungnya hari ini aku pulang ke Solo. Di sini aku seneng karena bisa pergi secepatnya meskipun harus difitnah dulu sama "mawar".


Tapi setelah pulang ke rumah aku berpikir, bagaimana caranya aku bisa keluar dengan uang 500ribu kalau tidak difitnah? (Selalu ada hikmah disetiap kejadian).


Bukan hanya aku yang mengeluh tapi, hanya diriku yang berani mengutarakan kalau sudah capek! Mereka yang lain hanya memilih mengeluh di dalam hati atau mengutarakan isi hati saat kita sedang beristirahat. Tapi yah, aku suka menjadi diriku sendiri. 


Pengalaman Pertama Anak Bungsu yang Introvert Menjadi Relawan

Ketika pulang aku disambut hangat oleh mama dan terlihat senang ketika anak bungsunya kembali. Aku juga jadi bahan bercandaan anggota keluarga lainnya ketika aku menjadi relawan bersih-bersih. Aku pulang ke rumah dan mendapat pesan bahwa ada project dan meeting online yang harus dikerjakan dan aku juga bisa bertemu dengan saudara jauh yang sedang menginap di rumah.


Coba kalau aku masih stay di tempat itu, aku akan kehilangan kesempatan untuk mendapatkan uang. Jadi aku tidak pernah menyesal atas kejadian ini. Memang hidup tidak selalu berjalan seperti apa yang kita mau. Tinggal kita melihat dari sudut pandang yang mana.


Hal-hal yang ku pelajari...

Aku lebih menerima keadaan sebagai anak bungsu bahwa, diusia berapapun anak bungsu tetap menjadi anak kecil di mata orang tua. Memang sangat melelahkan tapi, ini adalah bentuk cinta dari orang tua. Aku juga belajar untuk tidak mengabaikan firasatku dan tidak selalu berpikir semua orang itu baik.


Jangan asal pilih komunitas/lembaga/ yayasan untuk kegiatan magang/relawan. Pilihlah tempat dimana kamu akan mendapatkan skill baru yang bisa digunakan di dunia kerja. Aku akan memilih tempat yang ada uang saku/ magang di perusahaan besar. Aku juga banyak belajar dari kejadian ini dan bertemu dengan teman relawan lain untuk bertukar pikiran.

Lembaga/perusahaan yang berdiri sejak lama belum tentu menjadi tempat yang nyaman untuk magang. Setelah memasuki perusahaan tersebut kamu akan mengetahui toxic nya orang-orang di dalamnya. Yang terlihat di sosmed begitu "menyenangkan" belum tentu terlihat sama di real lifeSelalu berhati-hati adalah kunci.

Cukup sekian ceritaku menjadi cleaning service berkedok "Volunteer", semoga kamu tidak mengalami hal yang sama.


Banyak hal yang tidak ku tuliskan karena sudah lelah. Besok adalah part 2 jadi relawan di Nusa Penida, baca artikel barunya ya... ( KLIK DI SINI )





ad2

Chord dan Lirik

Explore Indonesia

Broker Kripto

Tempo Doeloe

Olahan Makanan

Ulasan Film

Keimanan dan Keyakinan

Top Bisnis Online

Tips dan Trik